Pantun, gurindam, dan syair adalah puisi rakyat yang kaya muatan nilai moral, agama, dan budi pekerti. Disebut dengan puisi karena pantun, gurindam, dan syair karena terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah kata dalam tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait dan juga pengulangan kata yang bisa di awal maupun di akhir sajak atau kita kenal dengan sebutan rima.
contoh pantun yaitu:
Ayam berkokok menyambut fajar
Berlari cepat hingga terjungkal
Janganlah malas belajar
Karena ilmu akan menjadi bekal
Pantun di atas merupakan pantun nasihat. Makna dari pantun di atas adalah kita harus rajin belajar karena ilmu sangat penting bagi masa depan.
Contoh gurindam yaitu:
1. Jika hendak mengenal orang setia,
janganlah hanya mengamati dia.
2. Carilah kebaikan untuk dicapai,
karena apa yang tanam itu yang tuai.
3. Janganlah sia-siakan waktumu,
karena hanya sekali hidupmu.
Contoh syair yaitu:
Hai para generasi muda
Dengarlah kata ayah dan ibunda
Agar tak mudah tergoda
Agar hidupmu selalu waspada
JADIKAN SEBAGAI JAWABAN TERBAIK
jawaban :
1. A Jalan-jalan ke pasar malam
Naik wahana sampai lelah
Saat kecil berbaju hitam
Sudah besar bajunya merah?
- cabai merah -
B ( syair untuk guru )